Tampilkan posting dengan label Linux. Tampilkan semua posting

Kamis, 29 November 2012

Cara Membuat MySQL Server

  1 komentar
11/29/2012 09:05:00 PM

LinuxCara membuat MySQL Server di Fedora Core 7 itu lumayan gampang karena asalkan aplikasi mySQL pada Linux Anda sudah di instal maka bisa langsung di jalankan dengan baik dan bisa digunakan secar mudah. Tetapi kita harus tahu dulu perintah-perintah SQL agar nanti gampang untuk pembuatan tabel, database dan lain sebagainya.

Aplikasi MySQL adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat database semua sehingga bisa tercatat dan tersusun data dengan baik disana. Biasanya klo di windows kita sering menggunakan XAMPP dan disini juga kurang lebih seperti itu, jadi kita bisa mudah membuat database dalam Linux Fedora Core 7.

Gambar MySQL Server
Tak sabar lagi untuk bermain dan mencoba. Kita langsung saja ke tahap-tahap awal membuat MySQL Server.

A. Instalasi MySQL

Pengecekan pada Linux Anda sangat penting sekali karena agar bisa melihat apakah Linux kita sudah terpasang aplikasi MySQL server atau tidak. Jika tidak Instal saja MySQL server tersebut. Cara pengecekannya seperti berikut ini.


rpm –qa | grep mysql

mysql-server-5.0.37-2.fc7
mysql-libs-5.0.37-2.fc7
mysql-5.0.37-2.fc7
php-mysql-5.2.2-3

Minimal yang diatas Aplikasi tersebut sudah diinstal agar bisa mendukung praktik kita mengenai MySQL Server ini. Kita juga memerlukan php-mysql untuk keperluan akses database MySQL via aplikasi web yang dibuat menggunakan bahasa PHP.

B. Menggunakan MySQL

Setelah instalasi dilakukan, user sudah dapat mengakses server database menggunakan aplikasi client mysql. Pastikan service mysqld telah aktif.

service mysqld restart

Kemudian melakukan koneksi ke server dengan perintah dibawah ini lalu [enter]

mysql

Maka akan keluar

Welcome to the MySQL Monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 2
Server version: 5.0.37 Source distribution
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql>

Promt mysql> merupakan tanda bahwa kita sudah berhasil memasuki server. Pada prompt tersebut kita dapat mengetik perintah-perintah yang ditulis dengan bahasa SQL.

Bahasa SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa standar untuk server database. Dan kita akan sekilas membuat perintah-perintah SQL disini agar nanti bisa menggunakan MySQL Server di Linux ini dengan baik.

Melihat versi MySQL

mysql> select version();

Melihat Tanggal

mysql> select current_date;

Melihat user

mysql> select user();

Melihat daftar database

mysql> show databases;

Memilih database, misalkan database bernama mysql

mysql> use mysql;

Menampilkan daftar tabel

mysql> show tables;

Menampilkan tipe data yang digunakan pada tabel user

mysql> describe user;

Menampilkan isi field user dan host dari tabel user

mysql> select user, host from user;

Membuat database bernama dbsantekno

mysql> create database dbsantekno;

Membuat tabel peserta pada database dbsantekno. Tabel peserta terdiri atas dua buah field, yaitu Nama dan Alamat

mysql> use dbsantekno;
mysql> create table peserta (Nama char(20), Alamat char(50));

Memasukkan record pada tabel peserta. Kita akan memasukkan dua buah record saja

mysql> insert into peserta values(‘Ihsan Arif’, ‘Tasikmalaya’);

mysql> insert into peserta values(‘Arif Rahman’,’Tasikmalaya’);

Menampilkan isi tabel peserta

mysql> select * from peserta;
+--------------------+-----------------+
|  Nama            |  Alamat        |
+------------------+----------------+
|  Ihsan Arif      |  Tasikmalaya   |
|  Arif Rahman     |  Tasikmalaya   |
+------------------+----------------+
2 rows in set (0.00 sec)     

Keluar dari server MySQL

mysql> exit


C. Konfigurasi MySQL

Mengenai keamanan itu merupakan hal yang penting bagi sebuah server database. Apalagi jika data tersebut sangat penting dan tidak boleh di akses oleh setiap user. Secar Default setelah MySQL diinstal maka setiap user diizinkan mengakses semua data server menggunakan login root tanpa harus mengetikkan password. Maka harus menentukan password root agar tidak bisa di akses oleh sembarang user. Gunakanlah utilitas mysqladmin untuk menentukan password root.


Sekian dulu untuk penjelasan mengenai Cara membuat MySQL Server, biar lebih paham lagi mengenai pembuatan MySQL Server anda harus bisa perbanyak latihan mengenai bahasa SQLnya. Semoga Bermanfaat.

mysqladmin password “root1234”

Maka jika akan login ke MySQL Server perintahnya harus seperti ini

mysql –u root –p

Maka akan keluar perintah untuk memasukkan password dan passwordnya yang telah dibuat tadi yaitu “root1234”. Nah, sekarang user tidak bisa mengakses server dengan perintah mysql saja.

Jika ingin mengubah password root tinggal perintah seperti dibawaih ini

mysqladmin password “rootpass” –p

Untuk menambah user dan menentukan hak aksesnnya dapat ditentukan dengan dua cara yaitu:

Cara pertama menggunakan perintah GRANT, polanya :

mysql> GRANT ...
ON *.*
TO myusername@”%.mydomainname.com”
IDENTIFIED BY ‘mypassword’;

Cara kedua menggunakan perintah INSERT, polanya :

mysql> insert mysql;
mysql> INSERT INTO user VALUES (‘%mydomainname.com’, ‘myusername’, PASSWORD(‘mypassword’),...);
mysql> FLUSH PRIVILEGES;

Untuk yang kedua tidak disarankan karen ini terlalu panjang seperti halnya untuk membuat record dalam sebuah tabel.

Misalkan kita akan membuat user bernama santekno dengan password santekno1234. User ini dizinkan mengakses database dari komputer santekno.com. Login terlebih dahulu selanjutnya ketikkan perintah sebagai berikut :

mysql> GRANT all privileges
ON *.* TO santekno@”santekno.com”
IDENTIFIED BY ‘santekno1234’;

Demikian tutorial tentang CaraMembuat MySQL. Semoga bisa membantu semua teman-teman dalam menjalankan semua hal berhubungan dengan jaringan ini.


Referensi :
Sofana, Iwan. 2008. Mudah Membangun Server dengan Fedora. Informatika, Bandung.

Read More

Selasa, 27 November 2012

Cara Membuat FTP Server

  1 komentar
11/27/2012 03:17:00 PM

LinuxCara membuat FTP Server di Fedora 8 membutuhkan beberapa Server DNS yang sudah di setting untuk FTP. Maka jika belum harus setting terlebih dahulu, lihat postingan sebelumnya Cara Membuat DNS Server di Fedora 8.

FTP atau File Transfer Protocol merupakan service yang digunakan untuk keperluan transfer file. Dengan memanfaatkan service FTP, user dapat mengirim(upload) file ke server dan dapat mengambil (download) file dari server. Seperti halnya telnet, service FTP dianggap kurang secure. Karena data yang dikirim tidak di enkripsi.

Membangun server FTP pada kali ini akan menggunakan aplikasi vsftpd. Aplikasi ini sudah tersedia biasanya pada Installer Fedora. Nah untuk client juga sudah tersedia. Contoh aplikasi client FTP yaitu ftp,lftp, Firefox dan sebagainya.
Gambar FTP Server

Sebelum masuk ke dalam pengeditan kita periksa terlebih dahulu aplikasi yang dibutuhkan sudah ada apa belum.

rpm –qa | grep ftp

ftp-0.17-40.fc7
vsftpd-2.0.5-16.fc7
lftp-3.5.10-3.fc7

Sebuah Server FTP pun dapat dibangun dalam waktu kurang dari 5 menit. Setelah vsftp diinstal, akan terbentuk beberapa file konfigurasi berikut

/etc/vsftpd/ftpusers
/etc/vsftpd/user_list
/etc/vsftpd/vsftpd.conf

File konfigurasi utama adalah vsfpd.conf. Sedangkan file lain berfungsi sebagai kontrol akses. Di dalam file ftpusers dapat dimasukkan dafar login user yang ‘dilarang’ mengakses server ftp.

Sedangkan file user_list memiliki hampir sama dengan ftpusers. Hanya saja file ini berhubungan dengan file vsftpd.conf. Di dalam file vsftpd.conf dapat secara default-nya userlist_deny=YES, artinya tidak mengizinkan user-user yang telah didaftar dalam file ini mengakses server FTP. Jika bernilai NO artinya hanya mengijinkan user-user yang ada di daftar file ini mengakses server FTP.

Setelah itu kita akan edit sedikit pada vsftpd.conf dengan perintah :

vi /etc/vsftpd.conf

Editlah pada baris yang ada pada kata-kata sebagai berikut :

anonymous_enable=YES

menjadi

anonymous_enable=NO

Baris-baris yang diawali dengan simbol # tidak akan diproses dan hanya di anggap sebagai komentar. Baris ke-2 dan k3 pada argumen setelahnya biasanya ditutup dengan simbol #. Dalam praktiknya memang jarang terjadi sebuah anonymous FTP server mengijinkan upload file, apalagi mengizinkan user membuat direktori dan menyimpan file hasil upload di server.


Setelah itu simpan editan tersebut dengan perintah :wq dan aktifkan server FTP dengan perintah restart :

service vsftpd restart

Selanjutnya melakukan tes

ftp ftp.ihsan.com

ftp fedora.net.id
Connected to ftp.ihsan.com(192.168.10.90)
220(vsFTPd 2.0.5)
Name (ftp.ihsan.com:root):


Untuk mengakses anonymouse FTP server, ketikkan loginnya : ftp atau anonymous dan paswordnya ihsan atau sembarang saja. Setelah berhasil memasuki server FTP, coba tampilkan virtual root directory dengan perintah pwd. Hasil yang dihrapkan adalah “/”. Untuk keluar dari server FTP ketikkan saja bye.

Selanjutnya, jika ingin mempunyai user baru, maka add saja user dengan perintah adduser dan passwd sesuai dengan keinginan. Lalu login lagi dengan ftp ftp.ihsan.com

Setelah masuk ke FTP server ada beberapa perintah yang biasanya digunakan diantaranya
  • lcd \                         = masuk ke dalam direktori yang paling atas
  • get namafile          = untuk mendownload file dari ftp
  • put namafile          = untuk mengupload [mengambil] dari C: atau sesuai dengan lokasi penyimpanan
  • bye                          = perintah untuk meninggalkan ftp
  • mput namafile1 namafile2 = untuk mengupload [mengambil] banyak file

Penjelasan lebih lanjutnya sebenarnya Ada dua jenis server FTP, yaitu 
  • Anonymous atau public FTP server
  • Server FTP jenis ini dapat diakses oleh sembarang user, menggunakan login ftp atau anonymouse, dan password bebas(biasanya password berupa sembarang email address). Public ftp banyak digunakan untuk keperluan sharing atau download file-file yang bersifat free atau open source. User yang telah login dapat menjumpai file yang bolh di download di dalam direktori /pub. Padahal direktori ini sebenarnya adalah /var/ftp/pub.
  • Non Anonymous FTP Server 
  • Server FTP jenis ini hanya dapat di akses oleh user yang sudah memiliki login dan password. Login yang digunakan sama dengan login untuk server telnet. Secara teori, semua user bisa login ke FTP Server.

Demikian tutorial tentang Cara Membuat FTP Server semoga bisa membantu semua teman-teman dalam menjalankan semua hal berhubungan dengan jaringan ini.

Read More

Minggu, 25 November 2012

Cara Membuat SSH Server

  Tidak ada komentar
11/25/2012 12:54:00 PM

Linux Cara Membuat SSH Server pada Fedora Core 7 itu gampang-gampang susah tetapi jika sudah terjun langsung dan mempraktikan konfigurasinya terkesan sangat simpel dari konfigurasi server-server yang lainnya. Server SSH atau Secure Shell menyediakan service untuk keperluan remote login. Remote login adalah bagaimana agar user dapat melakukan login dari client ke server SSH via jaringan. User cuku menggunakan aplikasi SSH seperti : ssh, putty dan sebagainya.

Gambar SSH Server

SSH merupakan pengganti dari Telnet dan rlogin yang dianggap kurang secure. Kedua service tersebut sudah sangat populer, namun informasi yang lalu lalang antara client dan Server tidak “terlindungi” karena tidak di enkripsi. Maka informasi mudah di sadap dan di baca oleh orang yang tidak berhak. Dan ada juga enkripsi pada SSH dengan menggunakan algoritma DSA dan RSA tetapi terbilang cukup rumit untuk pengerjaannya.

A. Instal SSH Server

Baiklah, untuk lebih jelasnya kita mulai saja dengan praktik kita dengan mengecek penginstalan SSH apakah sudah di instal atau belum di server kita :

rpm –qa | grep ssh

openssh-4.5p1-6.fc7
openssh-askpass-4.5p1-6.fc7
openssh-clients-4.5p1-6.fc7
openssh-server-4.5p1-6.fc7

Jika belum ada lakukan penginstalan aplikasi SSH tersebut, jika belum paham tentang penginstalan disini ada Perintah Dasar Linux Part 4. Openssh-server hanya diinstal pada komputer server ingat itu ya.

Setelah terinstal aplikasi tersebut maka akan terbentuk file konfigurasi bernama /etc/ssh/sshd_config.

B. Konfigurasi SSH Server

Menjalankan SSH Server itu dengan mengecek terlebih dahulu file konfigurasi dengan perintah :

cat /etc/ssh/sshd_config

Isi file konfigurasi terkesan rumit dan banyak. Maka kita tidak perlu mengubah apapun jika ingin membuat server SSH. Setelah itu kita aktifkan SSH Server tersebut dengan perintah

service sshd restart

Kemudian periksa apakah file /etc/nologin ada atau tidak
ls –l /etc/nologin

Jika file tersebut ada maka user selain root tidak bisa login ke  server, baik dari localhost maupun client. Sebaiknya di ubah saja namanya menjadi :

mv /etc/nologin /etc/nologin.old


C. Menjalankan SSH Server

Kemudian cara menjalankan SSH server dan melakukan tes ke server dari salah satu komputer client yaitu ketikkan perintah

ssh santekno.com -1 ihsan

Atau bisa dengan IP Addressnya

ssh 192.168.10.90 -1 ihsan


Maka setelah menggunakan itu akan tampak seperti dibawah ini

The authenticity of host ‘192.168.10.90 (192.168.10.90)’ can’t be established.
RSA key fingerprint is
5a:cb:66:7c:95:1f:fd:9a:11:a8:fb:77:67::67:ac:cc.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? Yes
Warning: Permanently added ‘192.168.10.90’ (RSA) to the list of known host.

Jika password diketikkan makan akan login ke server SSH. Dan kalau kita akan keluar akhiri dengan perintah exit.

Nah itulah Cara Membuat SSH Server di Fedora Core 7. Sekarang kita bisa login ke server dari komputer client. Semoga Bermanfaat.

Referensi :
Sofana, Iwan. 2008. Mudah Membangun Server dengan Fedora. Informatika, Bandung.

Read More

Rabu, 21 November 2012

Cara Membuat Web Server

  1 komentar
11/21/2012 06:44:00 AM

LinuxCara membuat Web Server pada Fedora Core 7 merupakan suatu layanan internet yang bisa di gunakan bagi para ahli networking. Yang sering di jumpai pada Web Server adalah WWW (World Wide Web), dimana www fasilitas yang paling terpopuler di dunia internet. Kalian pernah melihat suatu Web? Pasti bagi pengguna internet dimana mencari suatu artikel pasti menemukan sebuah web entah itu blog, wordpress, joomla, dll. Protokol yang biasa digunakan pada web adalah HTTP singkatan dari Hypertext Transfer Protocol. HTTP bertenggung jawab menganngani proses komunikasi antara client Web (browser atau web browser) dan Server web.

Gambar Web Server

Pada kali ini kita akan membangun Server Web  menggunakan Apache (http://httpd.apache.org/). Apache merupakan aplikasi pilihan pengguna Linux yang open source, dan Apache juga mudah dikonfigurasi, performa dan security cukup baik, dan tersedia berbagai modul tambahan dari pihak ketiga untuk menambah kemampuan apache.

Apache memerlukan Server DNS. Jadi harus paham dulu bagaimana pembuatan DNS server. Sudah mahir dengan itu baru lanjut ke Web Server. Sesuai dengan praktikan Sebelumnya yaitu DNS Server, SanTekno menggunakan Fedora Core untuk mempelajari semua ini. Jadi Anda jangan usah pusing sebenernya semua distro Linux hampir sama penginstalannya. Oke kita langsung saja ke pembahasan sebagai berikut.

A. Instalasi Apache

rpm –qa | grep httpd

httpd-2.2.4-4
httpd-manual-2.2.4-4
system-config-httpd-1.4.3-1.fc7

Instal httpd tersebut seperti yang pernah kita laukan pada postingan Perintah Linux Part 4 yaitu dengan menggunakan perintah.

rpm –ivh httpd-2.2.4-4.rpm


B. Konfigurasi Apache

Apache menyertakan beberapa buah file konfigurasi yang berada di direktori /etc/httpd/conf. File konfigurasi utama yaitu di /etc/httpd/conf/httpd.conf. File ini akan dibaca oleh daemon httpd ketika dijalankan. Seperti halnya named.conf milik DNS, httpd.conf juga sensitif terhadap pemakaian huruf besar/kecil.

Kompuer yang akan digunakan Server Web yaitu santekno.com dan port untuk service http adalah 80. Hapuslah simbol # diawal baris. Buka terlebih dahulu file httpd.conf tersebut dengan perintah sebagai barikut.

vi /etc/httpd/conf/httpd.conf

Lihat baris yang menyatakan seperti berikut.

#ServerName www.example.com:80

Gantikan menjadi seperti ini

ServerName www.santekno.com:80

C. Menjalankan Apache

Cara menjalankan sebuah Apache Web Server dengan cara seperti merestart DNS Server dengan perintah sebagai berikut.

service httpd restart

Untuk mengecek httpd sudah aktif atau belum. Ketikkan perintah sebagai berikut.

netstat –na | grep 80

Maka hasilnya akan terlihat sebagai berikut

tcp  0    0    192.168.10.90 :::*      LISTEN

Cara lain yang lebih gampang terbukti jalan atau tidaknya dengan web browser seperti Mozilla, Internet Explorer, Opera, atau yang lainnya. Jalankan web Browser lalu pada kotak Address atau URL ketikkan :


Maka hasil dari pengecekan tersebut terlihat di web browser seperti mozilla sebagai berikut.


Berikut adalah Cara Membuat dan Web Server dalam Linux. Semoga bermanfaat bagi teman-teman. Nantikan lagi tutorial selanjutnya akan lebih di perjelas dan lebih banyak lagi pengetahuan kita terhadap pemahaman web server. Terimakasih.



Referensi :
Sofana, Iwan. 2008. Mudah Membangun Server dengan Fedora. Informatika, Bandung.

Read More

Sabtu, 17 November 2012

Cara Membuat DNS Server

  4 komentar
11/17/2012 01:19:00 PM

LinuxCara Membuat DNS Server pada Fedora Core 7 merupakan pengalihan dari suatu ip address menjadi nama sesuai dengan keinginan kita agar gampang di ingat. Baiklah, SanTekno sekarang akan membahas tentang DNS Server. DNS server bertanggung jawab penuh mengelola domain masing-masing client. Tidak ada server tunggal yang akan bertanggung jawab mengelola semua domain. Jika sebuah client memerlukan informasi IP Address yang tidak dapat diberikan oleh server yang ada pada domainnya, maka server tersebut akan “men-delegasikan-nya” kepada server lain mengikuti prinsip top-down.

Gambar DNS Server

Artinya proses akan dimulai dari domain paling atas hingga paling bawah, dari root-toplevel-secondlevel-dan seterusnya, sampai IP Address yang diinginkan dapat ditemukan atau gagal. Untuk langkah pertama kali pembuatan DNS server dengan Instalasi Primary Name Server. Apa itu Primary Name Server? Apakah Ada Secondary Name Server?

Untuk pembahasannya lihat Jenis-Jenis Name Server agar bisa lebih memperjelas pertanyaan yang tadi di keluarkan. Baiklah Kita lanjutkan dengan membangun DNS Server dengan menginstal utilitas yang digunakan adalah Bberkeley Internet Name Domain (BIND atau bind). Bind merupakan software client-server yang menyertakan sebuah program bernama named (baca:nem-di). Software client disebut resolver yang berisi query-query informasi tentang suatu domain dan mengirim query tersebut ke server. Sedangkan software server bertugas menjawab query dari client.

rpm –qa | grep bind

bind-libs-9.4.0-6.fc7
bind-utils-9.4.0-6.fc7
bind-9.4.0-6.fc7
bind-chroot-9.4.0-6.fc7

Sebelum konfigurasi utama kita harus konfigurasi resolv.conf untuk name server kita bisa mengarah ke dalam IP Addres yang sudah di tentukan yaitu 192.168.1.1. Maka ketik perintah sebagai berikut.

vi /etc/resolv.conf

Edit isian dari file resolv.conf tersebut sehingga terlihat seperti berikut

nameserver 192.168.1.1



A. Konfigurasi Utama

File /etc/named.conf merupakan file konfigurasi utama. File ini disebut boot script dan named akan menggunakannya sebagai acuan yang akan menentukan cara kerja server.. jika kita menginstal aplikasi bind-chroot maka named.conf akan disimpan di direktori /var/named/chroot/etc/. Sedangkan /etc/named.conf hanya link-nya atau shortcut saja.
Buka file named.conf dengan perintah sebagai berikut

vi /var/named/chroot/etc/named.conf

Maka akan keluar editan file named.conf pindahkan ke baris paling bawah lalu tambahkan argumen berikut :

zone “santekno.com” IN {
     type master;
     file “santekno.com.zone”;
};

Blok argumen di atas untuk keperluan pemetaan hostname menjadi IP Address semua komputer di zone santekno.com
Sebuah Statement selalu diakhiri dengan simbol ;. Jika tidak, maka named akan menganggap baris tersebut masih ada kelanjutannya.

Lalu jika kita menginstal aplikasi bind-chroot maka named.conf harus disimpan di /var/named/chroot/etc/named.conf sedangkan file zona disimpan di direktori /var/named/chroot/var/named/.

Selanjutnya kita akan mengedit zona reserve santekno.com. Tambahkan argumen berikut tepat di bawah argumen yang sudah kita buat.

zone “01.168.192.in-addr.arpa” IN {
     type master;
     file “santekno.com.rev.zone”;
};



B. Konfigurasi File Zona

File Zona adalah file konfigurasi dimana semua client dan semua DNS Server di alamatkan ke dalam IP Address masing-masing. Untuk lebih lanjutnya silahkan tulis perintah sebagai berikut untuk pembuatan file Zona santekno.com.

touch /var/named/chroot/var/named/santekno.com.zone

Selanjutnya buka file zona tersebut dengan perintah berikut.

vi /var/named/chroot/var/named/santekno.com.zone

Tulislah argumen sebagai berikut

$TTL 8600
@    IN   SOA  santekno.com  root.santekno.com
              (
                   10102012  ;serial
                   28800     ;Refresh
                   14400     ;Retry
                   3600000   ;Expire
                   86400)    ;minimum

@         1D   IN   NS        ns1
@         1D   IN   MX 10     mx1
ns1       1D   IN   A         192.168.1.1
mx1       1D   IN   A         192.168.1.2
@         ID   IN   A         192.168.1.1
www       1D   IN   CNAME     @
mail      1D   IN   A         192.168.1.2
ftp       1D   IN   A         192.168.1.3


Buat juga argumen reserve File dengan membuat dahulu file sebagai berikut

touch /var/named/chroot/var/named/santekno.com.rev.zone

Selanjutnya buka file zona tersebut dengan perintah berikut.

vi /var/named/chroot/var/named/santekno.com.zone

Tulislah argumen sebagai berikut

$TTL 8600
@    IN   SOA  santekno.com  root.santekno.com
              (
                   10102012  ;serial
                   28800     ;Refresh
                   14400     ;Retry
                   3600000   ;Expire
                   86400)    ;Minimum

@         1D   IN   NS        ns1.santekno.com
@         1D   IN   MX 10     mx1.santekno.com
1         1D   IN   PTR       ns1.santekno.com
2         1D   IN   PTR       mx1.santekno.com
1         ID   IN   PTR       www.santekno.com
3         1D   IN   PTR       ftp.santekno.com
2         1D   IN   PTR       mail.santekno.com


Jangan lupa setelah pengeditan simpan dengan perintah :wq
Setelah file-file konfigurasi siap, selanjutnya mengaktifkan server dengan menjalankan service named dengan perintah sebagai berikut.

service named restart

Demikian tutorial tentang Cara Membuat DNS Server pada Fedora Core 7, dan bisa dijadikan pedoman. Sudah jadi sebuah DNS server bisa di ping di dalam fedora. DNS Server bisa digunakan dengan baik. Semoga bermanfaat.



Referensi :
Sofana, Iwan. 2008. Mudah Membangun Server dengan Fedora. Informatika, Bandung.

Read More